Warga Botolinggo Bondowoso Rebutan Air Sungai dengan Perusahaan

Bondowoso

Saat musim kemarau tiba, sejumlah titik di Desa Botolinggo Kecamatan Botolinggo, Bondowoso, Jawa Timur dipastikan mengalami kekeringan. Otomatis warga setempat sangat kekurangan air bersih. Bahkan warga harus minum air hujan, yang ditampung saat hujan musim lalu.

Berdasarkan data dari desa setempat. Ada empat dusun yang mengalami kekeringan parah. Yakni dusun Cemper, Kedawung Timur, Kedawung Tengah dan Kedawung Barat.

Selama ini warga hanya mengandalkan kiriman air dari BPBD. Itu pun belum mencukupi. Untuk di dusun Cemper sendiri ada sumber mata air, namun debitnya tak seberapa.

Warga berupaya menaikkan air sungai dengan menggunakan mesin. Namun kendala ditemui, mereka harus rebutan dengan sebuah perusahaan. Dimana selama ini, air sungai tersebut digunakan untuk mengairi kebun sengon oleh perusahaan tersebut.

Salah seorang warga Dusun Cemper RT 30 RW 11, H Ahmad Baihaqi mengatakan, bahwa pihak perusahaan takut tak kebagian air. “Itu airnya untuk nyiram kayu,” katanya.

Pihaknya berharap, agar air tetap bisa dialirkan ke atas. Karena mereka butuh untuk minum dan mandi. Namun pihak perusahaan keberatan.

“Keberatan pada air di sungai. Di sana untuk nyiram kayu. Sementara di sini untuk minum. Bukan untuk nyiram kayu dan jagung, tapi untuk diminum kalau di sini,” paparnya.

Adapun yang keberatan adalah mandor kepercayaan perusahaan tersebut. “Ada satu orang kepercayaan perusahaan. Warga di bawah (berdekatan dengan sungai). Namanya Pak Feri,” imbuhnya.

Mereka berharap, pemeritah setempat mencarikan solusi mengatasi kekeringan agar warga Cemper bisa menikmati air bersih. Sementara berdasarkan keterangan dihimpun, kemarau di Desa Botolinggo rata-rata 7-9 bulan. (da/nk)

Related posts

Leave a Comment