Surabaya Tetap Waspada Banjir di Tengah Gempuran Corona

Ronda

Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) cepat tanggap dengan membersihkan akses masuk ke sungai bagi alat berat/excavator atau backhoe. Hal ini dilakukan untuk menanggapi laporan warga yang peduli lingkungan. Dikatakan oleh Bella Abdi Kurnia, Ketua RT 3 Kencanasari Timur, “Sebenarnya akses itu sudah lama menjadi tempat pembuangan sampah, tapi kami tidak mengira jika akhirnya gundukan sampah itu menjadi keras.”

Akses yang dimaksud berada di ujung jalan Kencanasari Timur XX. Akses ini dapat menjadi jalan masuk bagi backhoe untuk mengeruk sungai yang melintas dari sebelah hotel Singgasana (Rolak) sampai kawasan Tandes. Dengan peranan yang vital sebagai penampung air hujan, kelestarian sungai memang patut mendapat perhatian lebih. Kepedulian warga di sepanjang aliran sungai merupakan titik awal pencegahan banjir dan hal ini ditunjukkan melalui kerja sama antara pemerintah daerah/Pemkot Surabaya melalui DKRTH bersama warga.

Mas Ipung, panggilan akrab Bella, menuturkan bahwa sebenarnya ada laporan pertama dan itu telah ditanggapi Pemkot Surabaya dengan menerjunkan anggota DKP. “Tetapi setelah dilakukan pembersihan, akhirnya menjadi jelas bahwa dibutuhkan alat keruk atau backhoe untuk mengatasi masalah ini,” katanya sambil menunjuk pada gundukan sampah yang mengeras.

“Terus terang kami bangga dengan Surabaya yang perlahan mulai bebas banjir,” ucapnya, “jadi sumbangsih kami ya laporan-laporan semacam ini agar dapat ditindaklanjuti dinas-dinas terkait.”

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dituturkan oleh Bagyo, koordinator DKRTH yang bertugas pada Senin, 23 Maret 2020, diperoleh kejelasan bahwa alat keruk merupakan satu paket kerja dengan dump truk. “Itu semua agar tidak terjadi penumpukan dan dua kali kerja,” ucapnya. Dia mengapresiasi kepedulian warga dan meminta agar warga yang berdekatan dengan lokasi tetap menjalin kerja sama agar akses dapat dijaga kebersihannya.

Dia berpesan agar warga bersabar menunggu giliran. “Untuk hari ini, alat berat dan dump truk memang belum dapat didatangkan. Tetapi kami upayakan agar gundukan ini selekasnya dapat dibersihkan.”

Di samping itu, Bagyo menuturkan bahwa pihak DKRTH pun siap tanggap untuk perantingan pohon. “Warga dapat berikirim surat yang ditujukan pada Kepala Dinas tentang ruang terbuka. itu bisa permintaan untuk perantingan atau pemangkasan,” katanya. “Pohon juga dapat membawa bahaya bila sudah terlalu banyak cabang ranting. Apalagi jika di bawahnya ada jalur kabel milik PLN atau piranti komunikasi, selain resiko roboh.” (wilwatikta)

 

Related posts

Leave a Comment