Sosialisasi Maklumat Kapolri di Dukuh Pakis Surabaya

Ronda

Aparat Kepolisian Sektor Dukuh Pakis tiada henti menghimbau warga untuk menjaga jarak dan tak segan membubarkan kerumunan di warung kopi. Hal ini terlihat di sebuah warung di depan bekas Hotel Equator. Dalam himbauannya, melalui pengeras suara, pihak kepolisian meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Semua kerumunan dapat dibubarkan paksa dan dapat dipidana dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara,” suara lantang petugas, “ini harus kita lakukan. Bapak-bapak sedianya dapat bekerja sama dengan menjaga diri sendiri. Minimal seperti itu. Maka kami meminta untuk segera melakukan pembayaran lalu kembali ke rumah masing-masing atau melanjutkan aktivitas.”

Dalam penerangan itu, Kapten Haryoko menegaskan betapa pentingnya untuk menjaga jarak. Semua elemen harus bersatu agar kita menjadi kuat, sambungnya. Petugas dari kepolisian juga menunjukkan lembar Kapolri Maklumat Kapolri bernomor Mak/2/III/2020 pada 19 Maret 2020.

Di dalam maklumat tersebut, Kapolri  Jendral Idham Aziz meminta agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang atau massa dalam jumlah besar, baik di tempat umum maupun lingkungan sendiri. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa pertemuan sosial, budaya dan keagamaan. Termasuk di dalam maklumat ini adalah seminar, lokakarya, sarasehan, konser musik pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsionis keluarga, olahraga, kesenian dan jasa hiburan.

Pihak Polsek Dukuh Pakis juga mengingatkan, bahwa lebih baik adalah membungkus makanan atau minuman lalu menghindari kerumunan.

Maklumat Kapolri dikeluarkan agar keselamatan publik dapat terwujud. Perihal ini ditegaskan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal bahwa maklumat tersebut bersifat imbauan, dan Polri tidak segan untuk membubarkan acara yang mengumpulkan masa. Namun, pembubaran tersebut tetap mengedepankan asas persuasif dan humanis.

Berikut 6 poin Maklumat Kapolri yang dikeluarkan Kapolri nomor Mak/2/lll/2020, yang dikeluarkan pada Kamis (19/3/2020):

Bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto) dengan ini Kapolri mengeluarkan maklumat:

1. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu :

a. Pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, dan kegiatan lainnya yang sejenis

b. Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga

c. Kegiatan olah raga, kesenian dan jasa hiburan

d. Unjuk rasa, pawai dan karnaval, serta

e. Kegiatan lainnya yang sifatnya berkumpulnya massa

2. Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah

3. Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19

4. Tidak melakukan pembelian dan/atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan.

5. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

6. Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat.

(wilwatikta)

Related posts

Leave a Comment