Sinergitas Cegah Bahaya Radikalisme

Ronda

Polres Trenggalek – Adanya ancaman gangguan keamanan yang dilakukan pihak teroris di berbagai daerah, mengupayakan personel polsek Pule polres Trenggalek mengganden Koramil 0806/10 Pule dalam membahas langkah dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif dari ancaman aksi terorisme dan radikalisme ,hal ini disampaikan dalam pertemuan kemarin Selasa ( 22/9 ). Upaya deradikalisasi sangat dibutuhkan untuk mempersempit gerak terorisme di Indonesia maupun faham Radikalisme.

Sehingga, Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai, kebersamaan TNI dan Polri dalam menangani terorisme sangat dibutuhkan.

Bahaya radikalisme yang berafiliasi dengan kejahatan terorisme. Gerakan radikalisme merupakan sebuah gerakan minoritas tetapi mulai merebak dan menunjukan eksistensinya sejak runtuhnya rezim orde baru dan dmulainya era reformasi dimana sebuah kebebasan dalam berkumpul, berserikat dan mengelurakan pendapat.

Di era reformasi peran media menambah bumbu-bumbu gerakan radikal yang disebarkan melalui media elektroniik dan cetak. Semangat radikalisme pada intinya adalah sebuah fenomena akibat dari persoalan politik yang di terwadahi dengan baik.

Kebersamaan TNI-Polri diperlukan dalam rangka pencegahan serta penindakan saat tertentu. Dalam RUU terorisme telah terbentuk oleh pemerintah dalam penegakan hukum terorisme tetap polri terdepan. Terorisme atau faham radikal yang mengklaim aliranya yang paling benar dan menganggap yang lainya kafir tidak dibenarkan dalam aturan hukum bernegara di Indonesia.

Sinergitas dalam pencegahan faham radikalisme . Deradikalikasi di Indonesia sudah berjalan baik. Hanya perlu ditambah kerja sama antara polisi dan TNI. Kerja sama itubertujuan untuk memperkecil ruang gerak sel terorisme untuk berkembang.

Deradikalisassi sendiri menurut penyampaian Kapolsek Pule Polres Trenggalek saat dikonfirmasi mengatakan, Deradikalisasi secara bahasa berasal dari kata ”radikal” yang mendapat imbuhan ”de” dan akhiran ”sasi”. Kata deradikalisasi di ambil dari istilah bahasa Inggris “deradicalization” dengan kata dasarnya radical. Radikal sendiri berasal dari kata ”radix” dalam bahasa Latin artinya ”akar”. Maka yang dimaksud ”deradikalisasi” adalah sebuah langkah untuk merubah sikap dan cara pandang yang dianggap keras menjadi lunak; toleran, pluralis, moderat dan liberal

Sumber : Polres Trenggalek

Related posts

Leave a Comment