Rumah Panjang Saham, Rumah Unik yang Langka dan Dihuni Ratusan Orang

Parsosbud

 

Seperti yang kita tahu bahwa setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Ciri khas tersebut dapat tercermin dari rumah atau tempat tinggal yang digunakan. Salah satunya yaitu Rumah Panjang Saham, atau akrab disebut juga sebagai Rumah Radang. Sesuai dengan namanya rumah ini memang sangat panjang, dan berada di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, tepatnya di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Walau zaman sudah masuk era modern, namun rumah ini tetap dijadikan tempat tinggal bagi sebagian masyarakat disana khususnya masyarakat Dayak Kanayatn. Mereka hidup secara komunal.

Rumah Panjang Saham 100% dibangun dari material kayu. Dihuni oleh 35 kepala keluarga, ditinggali ratusan orang dan sudah berdiri sejak tahun 1875. Wow, sudah lama sekali ya. Yup, usianya sudah lebih dari 100 tahun dan satu-satunya rumah panggung yang memiliki panjang hampir 200 meter.

Lantas apalagi hal menarik dari rumah unik ini? Berikut ulasan selengkapnya.

Sudah Sangat Langka

Sumber Gambar: Instagram @radakngsahapm

Tahukah anda, pada tahun 1960 terjadi peristiwa penghancuran rumah adat Suku Dayak oleh pemerintah. Kala itu pemerintah beranggapan bahwa gaya hidup komunal yang dianut masyarakat Dayak mirip gaya hidup komunis, sehingga dikhawatirkan akan menjadi ancaman keamanan negara. Selain itu alasan lainnya adalah karena hidup bersama di rumah panjang tidak sehat sebab bertentangan dengan moral.

Sejak peristiwa tersebutlah, sangat langka menemukan rumah panjang di Kalimantan barat dimana penghuninya mencapai ratusan keluarga seperti dulu kala. Hanya Rumah Panjang Saham inilah yang tersisa.

Suasana Rumah Panjang Saham

Sumber Gambar: Instagram @radakngsahapm

Rumah Panjang Saham terbagi menjadi lima bagian yaitu bagian tangka (tangga), pante (teras) serambi (sami), bilik (ruang inti) dan juga jungkar (dapur). Rumah ini didirikan di atas tiang kayu ulin, namun dengan tinggi yang berbeda-beda. Ada yang tingginya 2 meter ada juga yang 4 meter, kenapa bisa demikian? Hal ini karena ada perbedaan kontur tanah, sebab tanah disekitarnya merupakan lereng Bukit Samahukng.

Tahu alasan kenapa rumah panjang di desain tinggi? Ya, karena untuk menghindari binatang buas, sebab zaman dulu binatang buas masih banyak. Alasan lainnya untuk sebagai pertahanan dari serangan antar subsuku.

Sumber Gambar: Instagram @kefas__

Pada bagian depannya terdapat 34 tangga. Jumlah tangga ini disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada di sana. Masyarakat yang tinggalnya pun juga menganut kepercayaan bahwa apabila ada penghuni yang meninggal, maka tidak boleh menggunakan tangga penghuni bilik lainnya karena dianggap akan membawa sial.

Saat anda akan menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam rumah, harus sedikit berhati hati sebab tangga tersebut sebagiannya sudah berlumut. Setelah itu, anda akan langsung disambut dengan pemandangan teras memanjang. Teras tersebut memiliki celah-celah yang mampu membuat kita bisa melihat ke bagian bawah rumah.

Apabila anda masuk ke area serambi, maka akan mendapati banyak warga yang melakukan beragam aktivitas seperti berdagang di warung kecil, duduk dibale sambil mengobrol dengan warga lainnya juga ada tempat bermain anak. Area ini terbilang cukup hangat terlebih ketika matahari tengah terik-teriknya , sebab ventilasi di rumah tidak terlalu banyak. Namun, jangan khawatir tetap sejuk ketika turun hujan.

Sumber Gambar: Instagram @radakngsahapm

Saat anda terus berjalan menelusuri serambi juga akan menemukan lemari kaca yang posisinya ada di depan salah satu bilik. Isi dari lemari kaca tersebut adalah miniature rumah ini, juga beberapa pajangan yang dipahat dari kayu.

Di ruang tamu terdapat Pane. Pane merupakan meja berukuran 3 x 3 meter, tingginya 0,5 meter. Pane digunakan sebagai tempat duduk untuk menerima tamu. Jika ada tamu yang menginap, pane juga dipakai sebagai tempat tidur,

Sumber Gambar: Instagram @ukiwardoyo

Mereka yang tinggal dirumah ini sudah turun temurun dari para leluhur sebelumnya. Beberapa di antaranya bahkan sudah mencapai 50 tahun. Alasan masyarakat Dayak Kanaytn hidup komunal adalah supaya mereka bisa mengenal satu sama lain secara lebih terbuka dan lebih dekat. Tidak heran sampai saat ini penghuni rumahnya pun memiliki hubungan kerabat.

Sumber Gambar: Instagram @klaudiusaris98

Rumah Panjang Saham sedikitnya sudah mengalami lima kali renovasi. Hal ini tidak mengherankan karena semua bahan dasarnya terbuat dari kayu, jadi mudah rusak, sehingga ketika terjadi demikian biasanya warga setempat langsung menggantinya dengan yang baru. Oh, ya, atap rumah ini juga sudah diganti dengan seng, yang sebelumnya menggunakan anyaman daun.

Rumah Panjang Saham juga pernah dikunjungi wisatawan luar negeri, loh. Salah satunya dari Kanada. Mereka datang untuk melakukan pertukaran pelajar dan mempelajari bagaimana kehidupan dari Suku Dayak Kanaytn.

Nah, untuk mencapai lokasi ini anda setidaknya harus menempuh perjalanan sekitar 4 hingga 5 jam dari kota Pontianak.  ayangnya belum ada transportasi umum untuk menuju Rumah Panjang Saham, Jadi, anda harus membawa kendaraan pribadi sendiri atau menyewa kendaraan jika datang dari luar kota dan luar pulau.

Demikianlah ulasan menarik tentang Rumah Panjang Saham di Kabupaten Landak. Negara kita memang memiliki banyak keunikan yang khas, seolah tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Jadi, jika anda sedang berada di Kabupaten Landak, tidak ada salahnya untuk menengok salah satu keunikan negara kita ini dengan berkunjung ke Rumah Panjang Saham.

 

Salam.

 

The post Rumah Panjang Saham, Rumah Unik yang Langka dan Dihuni Ratusan Orang appeared first on Destinasi Travel Indonesia.

Sumber : Wisato

Related posts

Leave a Comment