Persoalan Tambang Tak Kunjung Usai, PMII Blitar Siap Gelar Aksi

Blitar

Menindaklanjuti temuan di lapangan terkait dengan penambangan pasir, PMII Blitar rencanakan aksi unjuk rasa. Rencananya aksi akan dilaksanakan di dua tempat sekaligus yaitu: Mapolres Blitar dan juga kantor Pemkab Blitar pada hari Rabu (26/8/2020).

Di Blitar terdapat dua tempat yang menjadi sorotan publik terkait penambangan pasir yang selama ini beroperasi. Lokasi tersebut yakni: penambangan di Kali Putih, dan juga di Sumberasri Nglegok.

Dari pantauan dua minggu yang lalu, misalnya di Kali Putih terdapat enam alat berat yang sedang beroperasi secara bergantian mengisi dump truk satu persatu dengan pasir hasil tambang.

Seperti telah diketahui sebelumnya masyarakat merasa terganggu dengan aktivitas tambang, hal itu disebabkan rusaknya jalan yang dijadikan akses ke lokasi. Debu yang bertaburan juga membuat warga tidak nyaman saat beraktivitas.

Dalam tuntutannya, PMII Blitar menuntut penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian. “Kami berharap pihak kepolisian yang mempunyai otoritas harus menegakkan hukum yang berlaku, mengingat imbas yang disebabkan tambang sangat merugikan masyarakat,” tutur Fatkur Rohman selaku ketua umum PMII Blitar.

Sejauh ini, pengelolaan mengenai pertambangan yang ada di Blitar juga belum jelas. Hal ini tentu menambah penderitaan warga yang tinggal di sekitar daerah tambang. Rohman menambahkan, pihaknya juga menuntut kepada bupati Blitar untuk membuat regulasi yang jelas.

“Setiap pertambangan itu harus ada izinnya. Hal itu harus diatur dengan pengelolaan yang jelas. Agar masyarakat tidak dirugikan dengan keberadaan tambang yang selama ini beroperasi,” tegasnya. (mt/nk)

Leave a Comment