Pencopotan Sekda Bondowoso Beralih ke Ranah Hukum

Bondowoso

Bupati Bondowoso mengambil sumpah jabatan penjabat sekretaris daerah (sekda) yang baru. Pengangkatan itu untuk mengisi kekosongan, setelah Sekda Bondowoso yang lama dicopot sementara.
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur No 821.2/3716/94/2020 tertanggal 7 September 2020, Sukaryo diangkat sebagai Penjabat Sekda Bondowoso hingga diangkatnya Sekda definitif.

Berdasarkan data yang dihimpun, Penjabat Sekda Bondowoso baru, Soekaryo, sebelumnya bertugas di beberapa pos di lingkup Pemerintah Provinsi Jatim. Terakhir, pria kelahiran Sumenep, Madura ini merupakan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Jatim.

“Semoga, penjabat sekda yang baru ini dapat bersinergi membangun Bondowoso,” kata Bupati Bondowoso, Salwa Arifin kepada wartawan usai acara pelantikan di pendapa kabupaten, Jumat (11/9/2020).

Menurut Salwa, diangkatnya penjabat sekda baru ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam membangun Bondowoso ke arah lebih baik. “Meski hanya sementara, tapi mudah-mudahan dapat bersama dalam menggerakkan roda pembangunan di Bondowoso,” imbuh Salwa Arifin.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya mengeluarkan SK pemberhentian sementara untuk Syaifullah, dari jabatan sebagai Sekda Bondowoso, pada Bulan Agustus lalu.

Sebab, Syaifullah diduga telah melakukan pelanggaran etik berat sebagai Aparat Sipil Negara (ASN). Yakni melakukan ancaman kekerasan terhadap Alun Taufana, yang saat itu menjabat Kepala BKD Bondowoso.

Kasus dugaan ancaman kekerasan ini lantas dibawa ke ranah hukum. Syaifullah saat ini tengah menjalani persidangan di pengadilan setempat sebagai tersangka. Sementara Inspektorat Provinsi Jatim juga telah melakukan pemeriksaan dan sidang kode etik terhadap Syaifullah.

Perkembangan kasus ancaman kekerasan yang dilakukan Sekda Bondowoso Syaifullah telah dilimpahkan polisi ke kejaksaan. Pihak Kejari juga langsung melimpahkan ke pengadilan.
Pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri tersebut setelah berkas perkara kasus yang sempat menghebohkan masyarakat Bondowoso itu dinyatakan P-21 atau lengkap.

“Begitu ada pelimpahan dari polisi langsung kami periksa berkas, tersangka berikut barang buktinya,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Bondowoso, Paulus Agung Widaryanto, dikonfirmasi di kantornya, Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut Kasi Pidum Kejari memaparkan, setelah dinyatakan lengkap, hari ini juga berkasnya langsung dilimpahkan ke pengadilan. Sehingga wewenang penahanan saat ini ada di Pengadilan Negeri Bondowoso.

“Agar proses hukumnya cepat, dan segera disidangkan,” tukas Paulus Agung Widaryanto.

Sebelumnya Sekda Bondowoso Syaifullah dilaporkan mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabuupaten, Alun Taufana, ke polisi karena diduga melakukan ancaman kekerasan melalui telepon.

Atas laporan Alun Taufana tersebut, polisi lantas melakukan penyelidikan dan penyidikan. Syaifullah kemudian ditetapkan sebagai tersangka, meski tidak sampai ditahan.

Syaifullah disangka melanggar Pasal 45B UU No 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Serta Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 29 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, juncto Pasal 335 KUHP.

(sumber)

Related posts

Leave a Comment