Pemerintah Pusat Diminta Berdaakan Garam Lokal

Jawa Tengah

PATI – Potensi sebagai penghasil garam yang menjanjikan, membuat Pemerintah Kabupaten Pati terus menyuarakan agar pemerintah pusat memberikan dukungan kepada petani garam. Di antaranya, dengan lebih memberdayakan garam lokal dan meningkatkan harga garam lokal.

Saat webinar nasional Mengisi Kemerdekaan dari Pesisir Jawa Tengah yang digelar oleh Koalisi Maritim Jawa Tengah (Komjen), dari Pati Command Center, Senin (17/8/2020), Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, menyampaikan, Kabupaten Pati memiliki tambak yang luas di pesisir pantai sepanjang 60 kilometer. Tidak hanya untuk budidaya ikan, tambak tersebut juga memproduksi garam. Bahkan, jumlah produksi garam yang dihasilkan di Kabupaten Pati mencapai 360.000 ton per tahun.

“Meskipun Kabupaten Pati bukan kota garam, namun potensi garamnya dapat melebihi daerah-daerah lain,” ujar Safin, sapaan akrabnya.

Namun, Safin menyayangkan, dengan potensi produktivitas garam yang begitu baik, masih dihantam persoalan dengan adanya garam impor. Dia mendesak pemerintah pusat agar mengutamakan pemberdayaan garam lokal ketimbang mengimpornya.

“Di mana letak kemerdekaan kita apabila produk garam saja masih impor? Ini yang perlu kita camkan dan kita gaungkan di pemerintah pusat, masak kebutuhan garam saja harus impor,” jelasnya.

Untuk itu, Safin mengajak kepada semua pihak agar dapat memikirkan dan mencari solusi terkait hal tersebut. Sebab, apabila harga garam lokal di pasar tidak juga menjanjikan, nantinya petani garam enggan untuk masuk pada industri garam.

Menurutnya, dengan produktivitas yang baik, namun harga hanya berkisar Rp250 ribu sampai Rp300 ribu per kilogram, akan memberatkan petani garam.

“Bagaimana para petani-petani garam baru dapat berkontribusi apabila harganya saja tidak menarik. Mewakili teman-teman petani garam, kita berharap agar garam lokal ini dapat masuk di industri-industri makanan. Kita harus mencari titik tengah yang juga menguntungkan bagi para petani garam,” tegas Safin.

Pihaknya berencana menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri RI, agar bisa menentukan harga eceran tertinggi (HET) garam. Apalagi, garam sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

Banyak yang Abai

Sementara itu, pada hari yang sama, Bupati Pati Haryanto menjadi inspektur Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia di Halaman Kantor Setda Kabupaten Pati. Bupati berpesan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam semua aktivitasnya, untuk memutus penyebaran Covid-19. Sebab, dari hasil evaluasi, Covid-19 semakin menyebar karena banyak yang masih abai dengan protokol kesehatan.

“Karena setelah kita evaluasi penyebaran Covid-19 ini, kalau tidak betul-betul menaati protokol kesehatan, akan menimbulkan korban yang semakin banyak. Kunci keberhasilan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini adalah dengan menaati protokol kesehatan yang berlaku, biar aktivitas ekonomi dan masyarakat tetap berjalan. Dengan tidak lupa tetap memakai masker bila keluar rumah, jaga jarak dan tidak berkerumun,” pesan bupati.

Setelah upacara, dilaksanakan upacara pemberian remisi umum bagi narapidana lapas kelas IIB Pati secara virtual. Pemberian remisi di Lapas, diwakilkan pada Kepala Lapas kepada beberapa warga binaan secara simbolis.

Bupati mengimbau kepada warga binaan untuk tetap mengikuti aturan. Hal ini dilakukan agar menjadi warga binaan yang berkualitas terampil dan mandiri sehingga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia. (Tim Media Center Diskominfo Kab Pati)

Sumber : Pemrov Jawa Tengah

Related posts

Leave a Comment