PDIP Siapkan Saksi dan Guraklih

Politik

Pemilihan Kepala Daerah kota Surabaya yang diselenggarakan Desember 2020 menjadi fokus prioritas BSPN PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Sekretaris BSPN Kota surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am menyampaikan saat ini telah menyiapkan skema Rekrutmen dan Pemantapan saksi serta Guraklih sebagai salah satu instrumen pemenangan Pilkada serentak.

“Kami sedang melakukan pemetaan perolehan suara partai pada beberapa momentum pemilihan, disitu kita rumuskan skemanya” ujar anggota dewan dari Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Pada pemilu legislatif tahun 2019 Partai berlambang moncong putih meraih 15 kursi legislatif di DPRD Kota surabaya dengan total 418.872 suara.

“Kami memiliki bekal elektoral yang baik, kekuatan struktur hingga di tingkat RW serta kader kader PDI Perjuangan yang berpengalaman dalan membangun kota surabaya” , imbuh Ghoni

Di Surabaya memiliki 1.405 RW, 154 kelurahan dan 31 kecamatan. BSPN memiliki pengalaman dalam pengkondisian saksi dan jaringan sebagai upaya mengawal suara rakyat untuk memilih pemimpin penerus Tri Rismaharini.

“Komitmen kami mengawal suara rakyat, sehingga pilkada melahirkan pemimpin yang benar benar melayani rakyat sepenuh hati. Bukan hanya mengejar jabatan.” tegasnya

Dari tempat lain, politisi PDI Perjuangan sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menegaskan jika penguatan identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan akan menjadi salah satu fokusnya ke depan jika mendapat amanah masyarakat untuk mengemban jabatan Wali Kota.

“Identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan harus diteguhkan kembali. Saya memiliki rencana untuk mewujudkan Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang religius dan nasionalis melalui sejarah patriotisme arek-arek Suroboyo,” ujar pria yang akrab disapa WS ini pada hari Minggu (10/11).

“Wisata sejarah baru akan kita kembangkan. Hal ini bisa dilakukan melalui revitalisasi kawasan cagar budaya dan pengembangan peninggalan di Surabaya. Monumen-monumen pahlawan di Surabaya pun akan kita dirikan. Pahlawan ini dari berbagai bidang. Mulai dari Pahlawan Kemerdekaan, Olahraga, Seni, Budaya, hingga Ekonomi,” tambah Whisnu Sakti.

Selain itu, alumnus Teknik Industri ITS Surabaya ini memastikan akan membawa program Surabaya Berdikari. Pengembangan SDM dan infastruktur penunjang akan menjadi fokusnya.

“Alokasi anggaran 50-100 juta per RT akan kita wujudkan demo pemerataan pembangunan infrastruktur, SDM, dan ekonomi. Pusat-pusat pertumbuhan ekonomo baru melalui destinasi wisata akan kita bangun. Di antaranya adalah Hutan Wisata di Surabaya Barat dan Taman Hiburan dan Wisata Pantai di Surabaya Timur,” tegas Whisnu Sakti.

Putra tokoh PDI Perjuangan (alm) Soetjipto ini pun memastikan akan melanjutkan pembangunan-pembangunan yang telah digagas oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini maupun Wali Kota Surabaya sebelumnya, Bambang DH. “Upgrading Kampung Dolly menjadi kawasan sentral industri kreatif akan kita lanjutkan. Badan-badan usaha milik RT akan kita kembangkan bersinergi dengan Kampung Tematik,” jelasnya.

Kebutuhan Kota Surabaya akan transportasi publik yang memadai pun juga dipandang Whisnu Sakti menjadi fokus utama. “Di antaranya, sudah mulai kita buat perencanaan terkait subway sebagai sistem transportasi massal yang modern dan ramah lingkungan,” ujarnya.

“Subway itu untuk kawasan utara hingga selatan. Sedangkan untuk kawasan timur ke barat, kita buat perencanaan untuk monorail. Ini penting demi pemantapan Surabaya sebagai pusat perdagangan barang dan jasa di tingkat regional hingga global,” pungkas politisi yang akrab dipanggil WS.

Related posts

Leave a Comment