Menjelajahi Masa Lampau di Pusat Kota Surabaya

Surabaya

Bangga Surabaya – Di tengah hiruk pikuknya pusat Kota Surabaya, terdapat sebuah tempat yang dapat membuat kembali menjelajahi waktu pada masa lampau. Yah, Kampung Lawang Seketeng, tepatnya berada di daerah sekitaran Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Kampung ini masih bernuansa heritage. Banyak sekali bangunan-bangunan khas belanda yang masih terawat cukup baik. Selain indah jika digunakan untuk berfoto bertemakan vintage, lokasi ini juga menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta fotografi.

Ketika memasuki kawasan Kampung Lawang Seketeng, pengunjung langsung disuguhkan oleh bangunan-bangunan kuno aestethic serta suasana yang sangat rindang, hening, dan juga nyaman.

Hal tersebut semakin menambah suasana old khas pedesaan yang sangat dirindukan di tengah ramai dan padatnya Kota Surabaya.

Salah satu pengunjung Kampung Lawang Seketeng ialah Dini Rochmanti dan Daffa Amar. Mahasiswa UINSA Surabaya ini tampak asyik berfoto-foto di Rumah Puing tepatnya di gang VI kawasan Kampung Lawang Seketeng Surabaya.

Rumah ini merupakan tempat tinggal Mbah Besari. Dahulu, ia merupakan salah satu pahlawan yang berkontribusi dalam perobekan bendera di Hotel Yamato (Majapahit).

“Semisal aku nggak diajak temanku ke sini (Kampung Lawang Seketeng) mungkin ya nggak (tidak) bakal tahu tempat ini,” kata Dini Rochmanti, Minggu (29/11/2020).

Selain menyuguhkan suasana heritage, di Kampung Lawang Seketeng juga tersedia aneka kuliner khas Surabaya (Foto: Aisyah Adelia Handayani, Moch. Choiruddin)
Selain menyuguhkan suasana heritage, di Kampung Lawang Seketeng juga tersedia aneka kuliner khas Surabaya (Foto: Aisyah Adelia Handayani, Moch. Choiruddin)

Selain menyuguhkan estetika bangunan heritage, di kampung ini terdapat pula sentra kuliner khas Surabaya. Mulai dari lontong kikil, rujak buah, rujak cingur, martabak mie hingga beberapa aneka kuliner legendaris Surabaya tersedia di kampung ini.

“Rujak cingur khas Surabaya itu bikin aku mau kembali lagi ke Surabaya. Soalnya di daerahku rasanya kurang mantep gitu,” ujar Dini.

Menariknya, di Kampung Lawang Seketeng pengunjung juga dapat menemui penjual sayur dan bahan-bahan dapur yang masih menggunakan gerobak dorong.

Bagi wisatawan luar Surabaya atau mancanegara yang datang di kampung ini akan merasa nyaman dan betah. Selain dapat bernostalgia ke zaman dahulu, pengunjung akan dimanjakan oleh aneka kuliner khas Surabaya.

“Iya, makanan kaya gini (seperti ini) susah banget (sekali) ditemui kalau gak (tidak) masuk-masuk kampung ya gak bakal nemu martabak mie kayak gini,” kata Daffa, mahasiswa UINSA Surabaya.

 


Penulis: Aisyah Adelia Handayani, Moch. Choiruddin

Sumber : Pemkot Surabaya

Related posts

Leave a Comment