Menikmati Jawa Tengah Dari Puncak Gunung Merapi Melalui New Selo

Parsosbud

Selo, sebuah kawasan di Boyolali yang menjadi saksi bisa kemegahan dua gunung kembar yang begitu terkenal. Keduanya adalah Merapi dan Merbabu yang seakan tidak akan penah sepi oleh para pendaki. Hampir setiap pekan Puncak Merapi yang berada di 2930 Mdpl ini selalu penuh dengan pendaki.

Sebelum erupsi dahsyat tahun 2010, Gunung Merapi mempunyai tinggi lebih dari 3000 Mdpl/ Setelah beberapa guguran larvanya ikut menggerus ketinggiannya. Di tempat ini pula kamu bisa melihat Puncak Garuda yang baru. Dimana, kawasan puncak ini memang begitu terkenal dan menggoda semua orang untuk bisa naik keatasnya.

Menuju ke Wilayah Selo tidak telalu sulit. Bila kamu dari Jakarta, kamu turun di Terminal Sunggingan Boyolali. Kemudian, naik bus kembali untuk masuk ke wilayah Pasar Cepogo atau lebih tepatnya di Polsek Selo. Dari sini, kamu bisa menuju ke atas dengan menggunakan ojek sebesar 20 ribu saja. Atau dari terminal Boyolali kamu bisa sewa mobil dengan harga 500 ribu sampai 700 ribu. Menariknya dari Pos Pendakian Selo adalah kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Gunung Merbabu. Untuk harga simaksinya sendiri 15 ribu rupiah saja. Fasilitasnya sudah cukup lengkap dengan hadirnya, kamar mandi, ruang istirahat, warung makan dan area parkir yang memang cukup luas.

Menuju ke Pos 1 kamu bisa menikmati Tulisan “New Selo” yang cukup besar. Jalurnya beraspal dan sedikit menanjak. Walau, rasa lelah sudah bisa kamu rasakan. Namun, kamu akan ditemani dengan pemandangan yang mengesankan dari Gunung Merbabu. Ada banyak shleter yang bisa kamu manfaatkan untuk beristirahat.

Pos 1 Dinamakan Selokopo Ngisor ditandai dengan adanya batu yang terbelah, sebuah gazebo dan tanah datar yang cukup untuk 4 tenda sampai 5 tenda. Menuju ke Pos 2 Selokopo Duwur Jalurnya sudah mulai berubah. Banyak Bebatuan Terjal yang bisa kamu temui.

Dari Pos 2 ketinggiannya sudah mencapai 2400 Mdpl. Hal inilah yang membuat kamu harus pintar-pintar mengatur nafas. Di pos ini pula kamu bisa menikmati Tumbuhan Cantigi, serta vegetasi yang mulai terbuka.

Biasanya, di Pos 2 banyak pendaki yang mulai menikmati makanan dan minuman yang sudah dibawa dari bawah. Jalurnya full batu dan tidak ada bonus sama sekali. Hanya tanjakan dan Tanjakan yang seakan tidak akan pernah berhenti. Hal ini yang membuat waktu perjalanan dari Pos 2 menuju ke Pasar Bubrah kurang lebih 2 jam 15 menit.

Trek kerikil bisa kamu nikmati dengan jalur landai yang cukup membantu menikmati rasa lelahmu. Disini, kamu juga bisa melihat Watu Gajah yang merupakan sebuah batu besar yang berada di sebelah kanan. Inilah pertanda bila kamu sudah hampir sampai di Pasar Bubrah.

Pos dengan ketinggian kurang lebih 2600 Mdpl ini memiliki jalur yang tandus dan cukup luas. Banyak pendaki yang bisa memilih mendirikan tenda di tempat ini. Dari sini pesona puncak Gunung Merbabu bisa kamu nikmati dengan baik. Biasanya pendaki hanya diperbolehkan sampai di sini saja.

Menuju ke Puncak kamu bisa menempuh waktu selama 1 jam. Memang kurang menarik dan kurang total bila kamu tidak sampai ke puncak. Jadi, disarankan untuk berhati-hati bila ingin mendaki keatasnya. Jalurnya berupa bebatuan yang rawan sekali membuat kamu jatuh. Trek pasir menuju ke atas yang juga tidak mudah untuk berpijak. Sampai di bibir kawah, kamu bisa melihat pemandangan sunrise, lautan awan, dan pesona merbabu, Sindoro, Sumbing, Slamet juga tak ingin kalah menyampaikan ucapan selamatnya.

Perlu diperhatikan bahwa, kawasan ini mempunyai kandungan belerang yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati dan jangan lupa pakai masker. Disarankan untuk tiba ke puncak pukul 5 pagi dan turun kembali pukul 7 pagi. Karena, semakin siang bau belerang semakin pekat yang bisa membuat kamu pingsan lho.

Kesimpulan
Puncak Garuda memang sudah sirna, hanya ada puncak tusuk gigi yang dinamakan Garuda baru. Kamu harus berjalan menyusuri dinding batu yang cukup ekstrim. Bagi yang tidak bisa menjaga keseimbangan disarankan untuk tidak mendaki sampai ke atas. Jadi, sudah siap naik Merapi melalui Jalur New Selo?

Related posts

Leave a Comment