KPU JATIM AJAK PESERTA FGD MATERI PENDIDIKAN PEMILIH LAKUKAN SWOT & BERIKAN REKOMENDASI

Politik

Proses Diskusi pada FGD Pembahasan Konsep Materi Pendidikan Pemilih di Era Pandemik pada Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020 (Kamis, 27/8)

 

Surabaya, kpujatim.go.id- Berkesempatan menggelar FGD Pembahasan Konsep Materi Pendidikan Pemilih di Era Pandemik pada Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020 (Kamis, 27/8) bersama berbagai unsur, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) mengajak peserta untuk melakukan analisis SWOT dan memberikan rekomendasi-rekomendasi.

Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro

Sebagai awalan FGD, Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro memberikan materi pengantar terkait Sosdiklih dan Parmas. “Harapannya Bapak/ Ibu yang hadir dalam forum FGD ini dapat memberikan berbagai masukan, saran dan kritik terkait apa yang sudah dilakukan KPU terkait Pendidikan pemilih, namun itu belum maksimal dilakukan oleh KPU. Serta terhadap apa yang belum dilakukan oleh KPU,” katanya.

Gogot melanjutkan, jika pada kesempatan ini dihadirkan 19 Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM dari 19 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur yang sedang menyelenggarakan Pemilihan Tahun 2020. “Harapannya hasil rekomendasi dari forum ini bisa langsung dipraktekkan teman-teman ketika kembali ke Kabupaten/ Kota masing-masing. Selain itu, Kami juga mengundang 13 KPU Kabupaten/ Kota yang lain sebagai perwakilan dari KPU Kabupaten/ Kota yang tidak melaksanakan Pemilihan 2020.  Ini juga dalam rangka berbagi ilmu, berbagi pengalaman karena yang besangkutan secara kelembagaan lebih dahulu melaksanakan Pemilihan Serentak Tahun 2018 kemarin,” tutur Gogot.

Setelah Gogot menyampaikan materi pengantarnya, peserta diajak untuk melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dan menghasilkan rekomendasi dengan dipandu Agnes Santoso, host senior JTV.

Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Lamongan, Anam menyampaikan ancaman dari luar bagi KPU untuk melakukan kegiatan Sosdiklih di era pandemik. “Karena banyak wilayah yang dilockdown membuat Kami, Penyelenggara sulit menemui pemilih,” ungkapnya.

Perwakilan dari Disabilitas, Alfian Menyampaikan Saran dan Kritiknya

Berikutnya, dari perwakilan Disabilitas, Alfian mengutarakan bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dilakukan KPU untuk disabilitas ini sudah cukup masif. Hanya saja sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi KPPS terkait materi tata cara mencoblos di TPS untuk disabilitas dirasa masih kurang dan perlu ditingkatkan.

Sementara itu, perwakilan dari media, Kompas TV menyampaikan bahwa media memiliki tanggungjawab sosial. “Jadi ada waktu yang didedikasikan untuk Iklan Layanan Masyarakat, yang bisa digunakan KPU untuk melakukan kegiatan Sosdiklih,” ucapnya.

Kegiatan SWOT ini pun berjalan dengan mengalir dan penuh antusias dari peserta FGD. Berikutnya, setelah SWOT dilakukan, peserta menyampaikan rekomendasi-rekomendasinya.

Perwakilan dari KPI (Koalisi Perempuan Indonesia) di Jawa Timur, Larasanti merekomendasikan kepada KPU untuk memaksimalkan dan memanfaatkan kelompok dasawisma yang ada di masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan Pendidikan pemilih. “Karena mereka ini yang ada di level grassroot,” ungkapnya.

Sedangkan perwakilan dari Dinas Kominfo Jawa Timur menyampaikan bahwa KPU bisa memaksimalkan kerjasama dengan kelompok kreatif, relawan demokrasi binaan Dinas Kominfo untuk melakukan penyebaran informasi terkait sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Selanjutnya perwakilan akademisi dari STKW, Ratna memberikan masukan pada KPU untuk melakukan sosialisasi dan Pendidikan pemilih dengan memanfaatkan media konser/ atau pertunjukan virtual di masa pandemik seperti saat ini.

FGD ini berjalan dengan interaktif dan berlangsung sampai dengan jam setengah 5 sore.

(AACS)

Related posts

Leave a Comment