KPU DORONG PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN 2020

Politik

 

Mojokerto, kpujatim.go.id- Berikan sosialisasi kepada Pemilih Basis Perempuan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Tahun 2020 (Rabu, 21/10), Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dorong partisipasi perempuan dalam Pemilihan. Hal ini penting, pasalnya perempuan memiliki peran dan kapasitas yang sama dengan laki-laki dalam hal memilih pemimpin dan dipilih sebagai pemimpin.

Di sisi lain, menurut Dewa, jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) perempuan lebih banyak daripada laki-laki. “Artinya, perempuan bisa menjadi penentu kesuksesan di dalam Pemilihan Serentak Tahun 2020,” kata Komisioner KPU RI ini dalam kegiatan Sosialisasi kepada Pemilih Perempuan dan Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Tahun 2020 di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto (21/10/2020).

Lebih lanjut, cara menjadi pemilih perempuan yang cerdas diantaranya dengan pertama, menggali rekam jejak calon pemimpin.

“Telusuri riwayat calon pemimpin tersebut, didalamnya terkait latarbelakang keluarga, pendidikan dan bagaimana aktivitasnya di masyarakat, menilai derajat integritasnya. Kedua, rasional. Pemilih mengedepankan rasionalitas dalam memilih pemimpin berdasarkan penilaian yang objektif dan komprehensif. Dan ketiga, orientasi program, mencari dan mempelajari informasi program dan visi misi yang di tawarkan. Apakah relevan dengan kebutuhan masyarakat, terukur dan realistis,” paparnya.

Dewa juga meyakinkan kepada seluruh pemilih bahwa Pemilihan Tahun 2020 ini adalah Pemilihan yang sehat dan aman. Dimana di seluruh tahapan penyelenggaran Pemilihan Tahun 2020 ini menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

“KPU selalu mengedepankan protokol kesehatan dan keselamatan di setiap tahapan pemilihan dan selalu bekerjasama dengan Satgas COVID-19 di tiap daerah. KPU RI juga melakukan inovasi di era new normal dalam hal teknologi (aplikasi dan  website) yang semakin memudahkan pemilih dalam hal cek pemilih, cek calon, cek  hoax, cek hasil, dan informasi terkait Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020,” jelas mantan Komisioner KPU Bali ini.

Tidak cukup sampai di situ, dalam hal sosialisasi, KPU menggunakan metode sosialisasi tidak langsung dan langsung. Sosialisasi tidak langsung dilakukan dengan maksimalisasi laman website KPU, media sosial, media cetak/ elektronik/ daring. Sementara itu, metode langsung misalnya dengan pembentukan relawan demokrasi, sekolah pemilu, pelayanan rumah Pintar Pemilu, Goes to Campus, dan sebagainya.

Berikutnya Dewa menyampaikan pula akan ada 12 hal baru di TPS dalam Pemilihan Serentak Tahun 2020. “Yakni, Pemilih ada 500 pemilih, KPPS sehat, pengaturan kedatangan, memakai masker, mencuci tangan, cek suhu tubuh, memakai pelindung wajah, memakai sarung tangan, disinfektan TPS, tinta tetes, tidak bersalama, dan tidak berdekatan,” paparnya.

Menutup paparannya, Komisioner KPU RI ini mengingatkan bahwa lahirnya pemimpin yang kredibel adalah bagian untuk mensejahterakan dan memajukan masyarakat. Untuk itu, KPU bersama pemilih dan peserta Pemilihan berjuang bersama untuk melangsungkan proses demokrasi ini.

Hadir pula sebagai narasumber pada sosialisasi ini yakni, Anggota Komisi II DPR RI, Aminurokhman.

Sosialisasi kepada Pemilih Perempuan dan Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Tahun 2020 ini diselenggarakan secara daring dan tatap muka langsung. Secara tatap muka melibatkan 30 orang peserta dari basis pemilih pemula dan perempuan. Dan secara daring ada PPK se-Kabupaten Mojokerto, PPS se-Kabupaten Mojokerto, perwakilan BEM, mahasiswa, OKP, dan sebagainya.

(AACS)

Related posts

Leave a Comment