Kampung Pecinaan Surabaya Suguhkan Eksotisme Oriental Khas Tionghoa

Surabaya

Bangga Surabaya – Kampung Pecinaan Surabaya merupakan satu-satunya kampung wisata pertama di Kota Pahlawan yang menyuguhkan eksotisme oriental khas Tionghoa. Menariknya, di kawasan ini juga terdapat Klenteng Gomboyo yang hanya ada 3 di dunia.

Kampung yang terletak di Jl. Kapasan Dalam I, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya itu menarik perhatian turis dari berbagai negara. Meski dikenal dengan sebutan Kampung Pecinaan, namun warga yang tinggal di kampung ini tak hanya memeluk agama katolik, tapi ada pula beragama islam dan lainnya.

Penanggung Jawab Wisata Kampung Pecinaan Kapasan Dalam, Suk-Doni mengungkapkan, mayoritas warga yang tinggal di Kampung Pecinaan merupakan orang keturunan Tionghoa. Bagi mereka, jika tinggal di kawasan ini merasa lebih aman dan nyaman.

“Banyak sekali orang Tionghoa yang cukup mampu tapi mereka malah memilih tinggal di kampung ini, karena merasa aman dan nyaman,” kata Suk-Doni saat ditemui Tim Bangga Surabaya, Rabu (2/12/2020).

Wisata Kampung Pecinaan ini cukup ramai pengunjung. Ketika pagi hari saat menjelang weekend, bisa sampai 30 orang yang datang. Untuk masuk ke dalam wisata Kampung Pecinaan, pengunjung hanya perlu membayar Rp 5 ribu.

Jika datang menjelang sore hari, pengunjung disuguhkan banyak lampion yang menghiasi Kampung Pecinaan. Tentunya hal itu semakin membuat suasana yang hening dan ciamik.

Orang Tionghoa mempercayai jika lampion diletakkan di atas maknanya sebagai suatu penyampaian pesan terhadap Tuhan. Sedangkan warna merah lampion, melambangkan keberanian, kejujuran, dan kebahagiaan.

Orang Tionghoa mempercayai jika lampion diletakkan di atas maknanya sebagai penyampaian pesan terhadap Tuhan (Foto: Choiruddin / Aisyah)
Orang Tionghoa mempercayai jika lampion diletakkan di atas maknanya sebagai penyampaian pesan terhadap Tuhan (Foto: Choiruddin / Aisyah)

Suk-Doni menjelaskan, sebelum adanya pandemi Covid-19, banyak sekali kegiatan yang dilakukan di kampung ini, seperti sedekah bumi dan selamatan.

“Selalu ramai pengunjung, sampai banyak sekali yang merebutkan air kembang karena air kembang sendiri memiliki suatu nilai tersendiri seperti dipermudah dalam mendapatkan jodoh ataupun kecantikan,” ujar Suk-Doni.

Banyak pengunjung yang menilai Kampung Pecinaan ini menarik. Namun, untuk spot foto masih kurang luas serta akses jalan menuju ke sana sulit diketahui karena tempatnya terpencil.

“Saya tahu kampung ini dari instagram, saya senang dengan tempat ini karena nuansanya. Makanannya juga membuat kita menjadi tahu bagaimana tradisi orang china,” kata Diane Christiane, salah satu pengunjung Kampung Pecinaan.

 


Penulis: Moch. Choiruddin, Aisyah Adelia

Sumber : Pemkot Surabaya

Related posts

Leave a Comment