Jelang Debat Kandidat, Eri Cahyadi Minta Didoakan Guru SD-SMA

Politik

Sebelum debat perdana Pilwali Kota Surabaya Rabu (4/10/2020), calon nomor urut 1 Eri Cahyadi menggelar reuni bersama teman SD, SMP dan SMA berserta guru. Dalam pertemuan itu Eri meminta doa kepada teman sejawat dan para gurunya semasa sekolah.

Dalam kesempatan itu, Eri mengatakan, seorang guru itu ibarat sosok orang tua yang tidak bisa tergantikan perannya. “Tadi saya minta doanya, saya minta ridhonya. Karena saya yakin orang tua saya selain di rumah, ada di sekolah,” kata Eri sebuah rumah makan di Jalan Musi, Selasa (3/11/2020).

Eri juga mengatakan, dia teringat akan peran orang tua dan gurunya dulu memiliki peran yang sangat penting dalam meniti karirnya di Surabaya.

“Tapi sekarang beliau hadir mendoakan saya, memberikan dorongan saya dan itu membuat saya mengatakan kasih guru itu, kasih guru sangat tulus dan tiada batas, guru ini pahlawan tanpa tanda jasa,” tambahnya.

Eri pun mengaku sempat mendapatkan pesan dari pensiunan guru semasa sekolah dulu, jika dirinya harus tetap menjadi sosok yang tetap rendah hati dan tetap santun.

“Saya pun demikian, saya berharap kepada Bapak Ibu guru untuk menganggap saya seperti putranya, bukan pejabat. Sehingga, sampai kapan pun, bahkan ketika nanti saya diijabah sebagai Wali Kota, saya minta dipanggil sebagai Erik atau Nak saja,” ujarnya. (mkr)

Related posts

Leave a Comment