Hutan mangrove Magepanda, Saksi Bisu Sang Pejuang Lingkungan

Parsosbud

Maumere, salah satu kawasan di Kabupaten Sikka yang saat ini sedang viral lantaran dengan gerakan senamnya. Tidak hanya itu saja, kota ini juga punya sebuah harta karun. Berupa keindahan alam dan panorama yang sangat mengesankan. Tempat itu adalah Hutan Mangrove Magepanda.

Mengenal Hutan Mangrove Magepanda

Sumber Gambar: blog.davestpay.com

Luas kawasan hutan ini kurang lebih 70 hektar, letaknya di sebelah pantai utara dengan pemandangan pepohonan hijau yang menjulang tinggi. Menurut catatan sejarahnya, penanaman hutan mangrove ini konon diprakarsai oleh seorang kakek berketurunan Tiongkok, bernama Victor Emanuel Rayon atau masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan nama Babah Kong.

Pembangunan tersebut terinspirasi dari bencana tsunami yang pernah melanda kabupaten Sikka tahun 1992. Banyak rumah-rumah yang hancur dan harta benda yang hilang. Beliau berpikir, bila ada pepohonan yang menghalanginya, setidaknya kerusakan yang terjadi tidak akan parah. 

Sumber Gambar: sarahbeekmans.com

Akhirnya, setahun kemudian, beliau mencoba menanam dan mmbangunnya. Sampai sekarang masih merawatnya lho. Itu pun sempat mendapat tentangan dari masyarakat sekitar. Mirisnya lagi, mereka pun sempat dianggap sebagai orang gila karena, bersusah payah menanam dan mencari bibit mangrove.

Tetapi, semangat beliau tidak pernah padam untuk melestarikan lingkungan dan alam yang begitu dicintainya itu. Perjuangannya itu pun membuahkan hasil. Hutan Mangrove semakin tumbuh, udara disekitar yang awalnya panas berubah menjadi dingin dan sejuk terutama saat malam hari.

Tidak cukup sampai disitu saja perjuangannya juga mendapatkan hasil yang membanggakan dimana, pada tahun 2008 dan 2009 mendapatkan penghargaan dari Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono berupa kalpataru sebagai perintis lingkungan.

Cara Menuju ke Hutan Mangrove

Objek wisata ini terletak di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Menuju ke tempat ini kamu bisa menggunakan berbagai macam pilihan alat transportasi yang sudah disediakan. Mulai dari pesawat atau juga kapal laut.

Dari Bandara kamu bisa menempuhnya dalam waktu 51 menit. Dan menempuh jarak 32,8 Kilometer melalui Jalan Raya Maumere – Magepanda. Bagi yang memilih naik kapal. Perjalanan hanya 40 menit saja lho. Jadi, apapun alat transportasinya jadi mudah.

Keindahan Hutan Mangrove

Sumber Gambar: travel.detik.com

Disini, kamu bisa lihat jembatan yang terbuat dari bambu dengan panjangnya yang mencapai 450 meter. Di ujungnya, kamu bisa melihat pemandangan pasir putih pantai yang menakjubkan. Bagi kamu yang lelah melakukan perjalanan disini, di tempat ini sudah disediakan berbagai macam tempat duduk yang terbuat dari bambu.

Bila kamu beruntung kamu bisa mendengarkan bagaimana kicauan burung camar dan semilir angin sepoi-sepoi yang membuat suasana menjadi sangat asri. Sepertinya, berlama-lama di tempat ini bisa menjadi sebuah pilihan yang paling tepat.

Sumber Gambar: Instagram @stevengunari

Ada juga menara pemantau yang mempunyai ketinggian kurang lebih 50 meter. Kamu bisa melihat pesona mangrove ini dari sini lho. Di tempat ini juga menjadi rumah bagi 48 jenis burung, dan total 91 spesies bila kamu beruntung kamu bisa mengamati setidaknya setengahnya.

Penginapan terdekat

Bagi kamu yang masih belum mendapatkan penginapan, kamu bisa memilih beberapa daftar hotelnya yang jaraknya memang cukup jauh. Diantaranya adalah Hotel El Tari Indah yang terletak di Jl. El-Tari, maumere, kabupaten Sikka. Harga per kamarnya mulai dari 260 ribuan saja.

Ada  kamar family maksimal untuk 2 tamu saja. Fasilitas yang akan didapatkan adalah AC, televisi. Atau kamar VIP I dengan harga 460 ribuan dengan fasilitasnya yang tak jauh berbeda, hanya ditambah dengan kulkas saja,

Ada lagi Hotel Mathilda yang terletak di Jl. Hogor-Hini, Kelurahan Kota Uneng Maumere, Kabupaten Sikka. Pilihan kamarnya mulai dari 180 ribuan saja. Jarak dari lokasi wisata kurang lebih 20,3 kilometer. Fasilitas kamar yang didapatkan adalah AC, air minum kemasan cuma-cuma, televisi, dan desk, serta free wifi dan sarapan lho. Untuk pilihan bednya ada yang twin dan juga double.

Kesimpulan

Hutan Mangrove Magepanda menjadi satu sajian yang tidak boleh kamu lewatkan. Semangat untuk membangun lingkungan menjadi lebih baik dengan pemandangan yang mengesankan. Semangatnya, bisa menjadi inspirasi bagi kamu. Jadi, kapan kamu akan mengunjungi objek wisata ini?

The post Hutan mangrove Magepanda, Saksi Bisu Sang Pejuang Lingkungan appeared first on Destinasi Travel Indonesia.

Sumber : Wisato

Related posts

Leave a Comment