Gasak Petemon! Ambyar Corona!

Ronda

“Gasak Petemon! Ambyar Corona!”

Gelegar semangat kuat memancar dari wajah kader PDI Perjuangan, kali ini mereka berada di bawah komando PAC Sawahan. Nurul Choliyah, Wakil Sektetaris PAC Sawahan membuka keterangan awal dengan mengatakan bahwa bahan disinfektan diperoleh dari Posko 100.

“Sebenarnya bukan perkara sulit untuk menyediakan bahan disinfektan, tetapi kami mempunyai pertimbangan tersendiri dengan menggandeng Posko 100 dalam kegiatan ini,” ujar Nurul membuka perbincangan.

Menurut Nurul, “Jika dapur logistik untuk melawan Covid-19 terpusat di Posko 100, maka itu membuat kami lebih mengenal sesama kader dari wilayah lain. Kami bisa tahu kesulitan mereka, dan intinya, kami dapat saling belajar.  Kan Surabaya ini agak unik, Mas. Meski satu kecamatan, perbedaan karakter masyarakatnya bisa berlainan. Bagi kami, itu perbedaan yang gimana gitu.. Serasa kita ini benar-benar bangsa yang kaya.”

Di wilayah Petemon, tempat kegiatan “Gasak Petemon! Ambyar Corona” dilangsungkan, juga terlihat Babinsa dan pengurus ranting PDI Perjuangan Petemon. Tidak ada rasa canggung yang terlihat dari dua perwakilan lembaga itu ketika bekerja sama.

Sementara itu diperoleh keterangan lain dari Gatot Winarto, Ketua Ranting Petemon, bahwa warga sekitar sebenarnya menunggu kegiatan semacam ini. “Ini adalah penyatuan, Mas,” kata Gatot.

Ketika ditanya tentang maksud penyatuan, Gatot menjawab dengan tersenyum, “Ya bersatunya warga dengan partai.”

Gasak Petemon! Ambyar Corona!

Nurul menegaskan bahwa partainya menekankan pada prinsip berdikari dan gotong royong, maka dengan dua modal utama itu pula ia bersama kawan-kawannya bergerak di baris depan dalam melawan corona.

“Kami tidak dapat sepenuhnya bersandar pada anggota dewan yang menjadi wakil kami. Setiap orang kan punya masalah yang berbeda,” kata sumber yang mengaku bahwa keterangannya telah dikonfirmasi dengan keterangan lain yang senada. “Nah, kami di sini, di Posko 100 dan sejumlah anak ranting anak ranting telah membuktikan diri bila mampu di garis depan.”

Berdasarkan keterangan Nurul dan yang lainnya, lalu dapat ditarik kesimpulan bahwa PDI Perjuangan telah menggelorakan semangat berdikari, dan semangat itu menjalar hingga tingkat anak ranting. Itu berarti mereka telah senyawa dan sejalan dengan semangat Rakernas 2020.

Seperti yang dikutip dari Sekjen PDI Perjuangan, Hasto, yang mengatakan, “Semangat berdikari menjadi dasar penyusunan haluan negara. Haluan negara adalah jalan kebudayaan, jalan kemakmuran yang berdiri kokoh di atas sumber daya nasional bangsa. Dalam hal pangan, rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan, dengan keanekaragaman flora-fauna paling lengkap sedunia, selama dikelola dari hulu ke hilir, dengan menerapkan riset dan inovasi serta melalui sistem produksi yang tepat, maka jalan kemakmuran Indonesia Raya akan tercipta. Semangat inilah yang kami gelorakan,” kata Hasto. (wilwatikta)

Gasak = sikat, hantam. Kata ini bermakna memukul atau memberi tekanan untuk menyerang total.

Related posts

Leave a Comment