Arti Kemarahan Presiden RI

Opini

Penyebabnya tidak lain adalah serapan anggaran rendah. Hal itu menunjukkan bahwa sebagian kecil program kerja pemerintah yang benar-benar menyentuh rakyat.

Refocusing dan relokasi anggaran tidak dapat dijalankan dengan baik oleh jajaran kabinet. Instruksi Presiden Joko Widodo sudah jelas menekankan perhatian pada sektor UMKM, padat karya, industri manufakur dan kesehatan. Tetapi seperti yang dilihat bersama, instruksi tersebut belum dapat dijalankan dengan maksimal.

Presiden telah bersikap jujur, dan itu berarti harus diartikan bahwa istana tidak dihuni oleh malaikat yang bebas dari kesalahan. Manusiawi apabila Presiden berani mengakui kelemahan kabinetnya.

Bicara tentang perombakan kabinet adalah hal yang berbeda karena para menteri bekerja di bawah keadaan tidak wajar. Pandemi memang menjadi alasan tetapi bukan satu-satunya pembenaran atas merosotnya kinerja.

Kemarahan Presiden adalah pernyataan sikap yang tersirat, bahwa beliau mendengar jerit rakyat Indonesia. Pengamatan dan penilaian merupakan hal yang semestinya dilakukan oleh seorang kepala negara, dan Joko Widodo mengungkap kemarahan itu dengan wajar. Kemarahan seorang negarawan tentu berbeda dengan kemarahan yang didasarkan pada perasaan. Kemarahan seorang kepala negara lebih bertumpu pada semangat untuk menjadi lebih baik, bukan kekecewaan yang gagal menemukan jalan keluar.

(wilwatikta)

Related posts

Leave a Comment