Adi Sutarwijono : Fokus Pemenangan, Bukan Rekom DPP

Politik

Tidak segera turunnya rekomendasi DPP PDIP untuk menentukan jago di pilwali Surabaya membuat banyak spekulasi merebak. Bahkan, banyak klaim mengenai rekomendasi yang tak kunjung mendapat pembuktian sehingga isu tersebut semakin liar.

Apalagi, banyak nama di PDIP yang mempunyai klasifikasi layak calon. Baik sebagai bacawali maupun bacawawali. Mulai Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana, mantan kepala bappeko yang konon dijagokan Risma, hingga nama-nama kader seperti Armuji, Baktiono, dan Dyah Katarina.

Perkembangan terakhir, bacawali menguat pada dua nama saja. Yakni, antara Whisnu Sakti Buana dan Eri Cahyadi. Bacawawali masih sangat dinamis. Mulai Armuji, Baktiono, hingga Dyah Katarina. Meski menyatakan secara terbuka mengundurkan diri dari kontestasi, tetap saja tidak tertutup peluang Armuji untuk maju.

Sejauh ini, surat pengunduran diri Armuji belum diserahkan ke partai. Selain itu, jika Megawati memutuskan Armuji untuk maju, tentu saja Armuji tak akan berani menolak. Jadi, soal bacawawali masih ramai meski tak seketat siapa yang menjadi bacawalinya.

Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengaku tak ambil pusing dengan spekulasi-spekulasi tersebut. ’’Kami minta kader untuk fokus ke pemenangan pemilu dengan menyiapkan diri. Siapa pun yang direkom nanti merupakan urusan ketua umum. Kami akan tegak lurus menjaganya,’’ katanya.

Hanya, politikus yang akrab dipanggil Awi tersebut mengakui bahwa spekulasi-spekulasi yang muncul cukup merepotkan. Minimal, jadi banyak yang bertanya-tanya bagaimana benarnya. ’’Kepada yang bertanya, saya tekankan untuk fokus saja memenangkan pilwali nanti. Siapkan diri dan mesin politiknya. Siapa yang direkom nanti pasti Ketua Umum (DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Red) tahu yang terbaik,’’ tegasnya.

Awi juga meminta seluruh kader untuk terus bergerak. Menggelar konsolidasi partai. Mulai tingkat PAC hingga anak ranting. Selain itu, PDIP diminta memberikan bukti kepada warga. ”Lewat kerja-kerja nyata yang bermanfaat kepada warga,” tuturnya. Wujud konsolidasi itu dimulai sejak awal tahun ini. Partai terus merapatkan barisan. Mengadakan pertemuan serta membahas strategi pemenangan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPC PDIP Ahmad Hidayat menjelaskan, kader harus bisa membedakan informasi dan rumor. Validitas kabar harus menjadi perhatian. ”Intinya, rekomendasi berasal dari DPP PDIP,” ucapnya. Ahmad meminta kader terus berfokus menggalang dukungan. Lewat kegiatan sosial serta turun menampung keluhan warga. ”Karena target PDIP memenangkan pilwali,” jelasnya.

Related posts

Leave a Comment